Posts

Showing posts with the label cnp

BUku

  Apa beza antara 'bibliophilia' (cinta buku) dan 'bibliomania' (gila buku)? Dalam buku A Gentle Madness: Bibliophiles, Bibliomanes And The Eternal Passion Of Books, Nicholas A. Basbanes memetik kata-kata dari Hanns Bohatta: "The bibliophile is the master of his books, the bibliomaniac their slave". Tom Raabe dalam Biblioholism: A Literary Addiction menjelaskan yang dua kelompok ini berbeza dari sudut motivasi terhadap buku. 'Bibliophile' mahu meraih ilmu dan makna dari buku dengan membacanya, manakala 'bibliomaniac' pula mahu menimbun buku sebanyak mungkin tanpa membacanya. Yang pertama melihat buku sebagai wasilah (nikmatnya pada membaca), yang kedua melihat buku sebagai matlamat (nikmatnya ketika membeli). Walaupun begitu, Basbanes dan Raabe bersetuju yang garis pemisah antara 'cinta buku' dan 'gila buku' tak pernah jelas. 'Bibliophile' boleh saja bermutasi ke tahap ekstrem menjadi 'bibliomaniac'. Tak ada siap...

Kewujudan

  Manusia ialah makhluk yang mampu mempersoalkan kewujudannya. Manusia melihat dirinya dan wujudnya adalah masalah yang perlu diselesaikan. Antara masalah utama berkait wujud manusia adalah perihal makna hidup. Tentang bagaimana manusia merenung ke dalam diri dan menebarkan pandangan ke luar diri, mengutip isyarat, mencari signifikasi dan menetapkan haluan dalam hidup untuk menjadikan dunia ini masuk akal bagi mereka. Confessions atau Pengakuan. Tiga karya (terjemahan) dari tiga tokoh yang lahir dari tradisi agama, latar sejarah dan sosio-politik yang berbeza. Saint Augustine (354-450), Imam al-Ghazali (1058-1111) dan Leo Tolstoy (1828-1910). Tiga karya ini adalah memoir intelektual dan spiritual yang merakam dua cabaran utama yang ditempuh oleh ketiga-tiga tokoh tersebut. Pertama, ia menelusuri jejak-jejak mereka mencari kebenaran, dan kedua, bagaimana kemudian mereka bergelut untuk hidup berdasarkan kebenaran yang mereka yakini. Dari 'finding the truth' kepada 'living the...

Tentang: Rahmat

  TANYA: Kang Al, saya sebenarnya tertarik belajar mengenai tashawwuf. Namun, saya masih merasa belum siap untuk memahaminya. Apakah ada buku atau langkah yang perlu saya baca dan pahami?" : : : JAWAB: Ada sebuah kisah menarik dari tradisi Zen. Seorang guru besar dari sebuah perguruan tinggi mengunjungi Nan In, guru Zen di Jepang. Mereka duduk saling berhadapan. Guru besar itu minta dijelaskan mengenai apakah itu Zen. Nan In dengan tenang menuangkan teh ke dalam cangkir. Meskipun, cangkir itu sudah penuh, ia menuang terus. Sampai akhirnya guru besar itu tidak tahan lagi. Ia berkata, “Guru jangan tuang lagi, teh sudah melimpah keluar.” Nan In tersenyum, dan berkata, “Engkau persis cangkir ini, penuh dengan pandangan dan cara berpikirmu sendiri. Jika kau tidak kosongkan dahulu, bagaimana saya mesti menunjukkan Zen kepadamu?” Bagi saya, itu adalah sebuah kisah yang sangat bagus bagi siapa pun yang katanya mau belajar tashawwuf, tapi di kepalanya sudah banyak waham dan prasangka ini i...

El Amin - -

  Saya rasa tak ada bacaan yang lebih bagus yang mengulas perbandingan di antara distopia 1984 dan Brave New World selain dari buku NEIL POSTMAN yang bertajuk AMUSING OURSELVES TO DEATH: PUBLIC DISCOURSE IN THE AGE OF SHOW BUSINESS. Diterbitkan pada tahun 1985, buku ini membincangkan pengaruh media - khususnya televisyen - terhadap politik, pendidikan, agama, jurnalisme dan wacana awam. Ia telah menjadi teks klasik dalam bidang komunikasi, media, dan sosiologi budaya. Buku ini sedap dibaca bersama tiga lagi buku klasik — The Society of the Spectacle oleh Guy Debord, Dialectic of Enlightenment (bab Culture Industry khususnya) oleh Max Horkheimer serta Theodore Adorno dan The McDonaldization of Society oleh George Ritzer. Cuma berbanding tiga buku tadi, buku Postman ini lebih mudah dihadam kerana gaya bahasanya yang santai, pengolahan isinya kemas dan tak terlalu rumit dengan terma-terma falsafah. Roger Waters dari kugiran legenda Pink Floyd mengambil inspirasi dari buku ini untuk m...